Tampilkan postingan dengan label Troubleshooting. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Troubleshooting. Tampilkan semua postingan

Rabu, 26 September 2012

Prinsip Kerja Printer Laser Monochrome


Printer laser bekerja berdasarkan prinsip elektrostatis, mulai dari pembentukan gambar sampai dengan pemindahan gambar ke media cetak. Seluruh komponen dalam printer laser dipasok daya dengan voltase tinggi dari unit HVPS (High Voltage Power Supply) untuk menghasilkan medan elektrostatis yang berfungsi dalam pembentukan dan pemindahan serbuk toner dari satu komponen ke komponen lain. Dia akhir proses, serbuk toner dan media cetak perlu dipanaskan secara simultan agar keduanya dapat meyatu secara permanen.Dalam makalah ini akan dibahas prinsip kerja printer laser berbasis Canon yang sering dipakai pada printer laser merk HP dan Canon sendiri. Ciri khusus dari mesin berbasis Canon adalah sebagai berikut :

-Menggunakan toner yang bersifat magnetis, mengandung serbuk besi-Menggunakan Magnetic Roller dan PCR-Usia pakai komponen cartridge lebih pendek-Sampah yang terbentuk banyak, efisiensi penggunaan toner rendah-Cartridge-nya menggunakan sealSedangkan tahapan proses yang terjadi dalam printer laser adalah sebagai berikut7 langkah proses pembentukan gambar :

1. ChargingProses dimulai dengan pemberian muatan ke OPC Drum oleh PCR (Primary Charging Roller). Aliran listrik yang konstan dari PCR menghasilkan “selimut” mutan negatif yang merata diatas OPC Drum yang berputar.

2. ExposureSinar laser masuk melalui celah pada cartridge dan difokuskan pada permukaan OPC Drum yang telah diberi muatan negatif secara merata. Seiring dengan berputarnya OPC Drum, sinar laser akan memindai permukaan OPC Drum, memancarkan cahaya dan memberikan muatan positif sesuai dengan image yang akan dicetak. Tapi kita belum dapat melihat image-nya.

3. DevelopmentAda suatu celah kecil antara Doctor Blade (Leveling Blade) dan magnetic Developer Roller (Magnetic Roller). Karena toner bersifat magnetis maka dia akan menempel secara menggumpal dibelakang Doctor Blade, dan berusaha melewati celah kecil tadi. Gesekan yang terjadi antara partikel toner dengan karet Doctor Blade menghasilkan muatan negatif pada tiap partikel toner. Tahap ini disebut “triboelectric charge”.Karena serbuk toner dan Magnetic Roller bermuatan negatif maka toner akan tertarik ke arah OPC Drum pada area yang bermuatan positif, sedangkan bagian OPC Drum yang bermuatan negatif akan menolak toner. Sekarang pada permukaan OPC Drum sudah terbentuk gambar yang dapat dilihat mata.

4. TransferringTransfer Roller yang bermuatan positif terpasang didalam printer dan tidak di dalam cartridge, kertas dibawa melewati jalur diantara OPC Drum dan roller ini. Gambar pada OPC Drum yang terdiri dari toner bergerak ke bawah melewati kertas seiring dengan perputaran OPC Drum. Muatan positif dari Transfer Roller menarik toner yang bermuatan negatif dari permukaan OPC Drum ke permukaan kertas.

5. FusingKertas yang sudah terbentuk gambar dari toner diatasnya, dibawa melewati bagian pemanas yang terdiri dari Upper Fuser Roller dan Lower Pressure Roller. Panas yang diberikan oleh Fuser Roller melelehkan toner keatas kertas bersamaan dengan itu Pressure Roller memberikan tekanan pada kertas. Sehingga toner dapat melekat pada serat kertas secara permanen.

6. CleaningSeiring dengan berlanjutnya putaran OPC Drum maka akan melewati Wiper Blade yang akan membersihkan sisa toner dan sisa serat kertas dari permukaan OPC Drum. Selanjutnya bahan-bahan tersebut akan masuk ke dalam Waste Hopper (Waste Bin) dan Recovery Blade akan menahan sampah tersebut keluar dari Waste Hopper.

7. ErasureTahap terakhir adalah PCR “menghapus” sisa muatan positif pada permukaan OPC Drum dengan cara memberikan muatan negatif secara merata diatas permukaan OPC Drum.Tahap ini akan menghilangkan gambar maya dari permukaan OPC Drum hingga siap kembali untuk “ditembak” oleh sinar laser.



Definisi dan Fungsi

1. Agitator BarLogam tipis dan panjang yang terus berputar di dalam Toner Hopper, mendorong toner keluar ke bagian Development Zone.

2. Development ZoneDaerah pada cartridge dimana toner dipindahkan dari Toner Hopper ke gambar maya pada OPC Drum dengan bantuan Doctor Blade dan Magnetic Roller.

3. Doctor BladeKomponen yang berfungsi mengatur jumlah toner yang menempel pada Magnetic Roller. Juga sering disebut dengan Metering Blade atau Leveling Blade. Terbuat dari dudukan logam yang sangat presisi dan bilah karet yang fleksible. Komponen ini membantu memberi muatan negatif pada partikel toner.

4. Drum ShutterKetikan cartridge tidak terpasang pada printer maka komponen ini akan berada pada posisi tertutup melindungi OPC Drum dari goresan dan cahaya.

5. LaserTembakan cahaya yang tertata rapi yang “menulis” diatas permukaan OPC Drum, satu garis pada saat yang bersamaan.

6. Lower Pressure RollerKomponen pada printer yang meberikan tekanan pada kertas ketika melewati unit pemanas, membantu toner melekat semparna pada kertas.

7. Magnetic Developer Roller (Magnetic Roller)Komponen yang terbuat dari selongsong aluminium yang berputar pada sebuah magnet baja yang diam. Berfungsi menarik toner dan bersama dengan Doctor Blade memberi muatan negatif pada partikel toner. Disebut juga Developer Roller.

8. OPC DrumKomponen yang peka terhadap cahaya, yang membawa gambar maya dari sinar laser, kemuadian menarik toner sesuai dengan gambar maya tadi dan kemudian menempelkannya pada kertas.

9. Paper PathArah atau jalur pergerakan kertas di dalam printer.

10. Primary Charging Roller (PCR)Berfungsi memberikan muatan negatif kepada OPC Drum, dan menghilangkan muatan positif yang terdapat padanya akibat tembakan sinar laser.

11. Recovery BladeBerfungsi menahan agar material di dalam Waste Bin keluar dan mengotori kertas. Disebut juga “Catcher Blade” or “Scavenger Blade”.

12. SealKomponen pelindung untuk menjaga toner tidak tumpah keluar selama proses pengiriman. Teletak pada bagian Toner Hopper dan menutup celah keluarnya toner. Dan harus dilepas oleh pengguna sebelum dimasukkan ke dalam printer.

13. TonerTerbuat dari Oksida Besi, Silika, pewarna dll. Oksida Besi berfungsi sebagai ‘carrier’. Toner ini adalah bahan yang dicetak fan keluar sebagai gambar.

14. Toner HopperAdalah tempat di dalam cartridge sebagai wadah toner yang belum dipakai.

15. Toner Low Sensor BarTerbuat dari logam batangan yang berfunsi sebagai sensor untuk mendeteksi volume toner di dalam Hopper. Jika sudah mencapai batas tertentu maka printer akan menginformasikan “Low Toner”. Komponen ini hanya dipakai pada cartridge printer seri lama, untuk seri yang baru semua sudah memakai chip.

16. Transfer Roller.Komponen printer, berfungsi membatu toner agar dapat melekat pada kertas.

17. Upper Fuser RollerKomponen pada printer yang berfugsi memaskan toner sehingga menempel permanen pada kertas.

18. Waste BinSuatu tempat di dalam cartridge dimana toner sisa, serat kertas dan sampah cetakan lainnya disimpan.

19. Wiper Blade

Berfungsi membersihkan bahan sisa yang melekat pada OPC Drum. Disebut juga Cleaning Blade.

Selasa, 25 September 2012

BSOD - Blue Screen of Death

BSOD Jangan panik apabila menghadapi BSOD atau Blue Screen of Death dilanjutkan dengan PC restart dan reflek mencoba-coba memperbaiki kesalahan setting pada BIOS. Hal ini acap dijumpai di kalangan pengguna PC Desktop yang gemar melakukan coba-coba overclocking. Namun banyak juga menimpa pada pengguna yang ternyata memiliki system tidak stabil acap kali crash saat gaming. Ataupun juga dijumpai pada kalangan pengguna PC untuk pekerjaan render. Walhasil, fenomena BSOD ini perlu kita sikapi dengan cara bersahabat.

Apa yang bijak dilakukan adalah mengenali kode BSOD tersebut, untuk kemudian dimengerti dan dicari solusi. Apabila lupa dengan code BSOD terakhir, maka kita bisa coba menggunakan tambahan software untuk melihat kode BSOD setelah berhasil masuk Windows pada Normal mode atau Safe mode dengan aplikasi kecil Blue Screen View berukuran 59KB untuk diunduh. Program itu amat simpel untuk mereview BSOD seperti aslinya dengan setting favorit viewer tekan F8. Kita juga bisa menggunakan viewer mendetil dengan F6, atau sorting hanya .dll yang menyebabkan masalah saja dengan menekan button F7 keyboard.

Untuk general user yang mendadak mengalami BSOD, lalu berikutnya bisa berkenalan dan mencoba mengerti apa kesalahan yang telah terjadi berdasarkan kode BSOD tersebut. Situs www.auhma.org ini amat sangat bermanfaat dan begitu mendetil mengulas penyebab BSOD berdasarkan kode-kode error tersebut.

Untuk yang suka bermain dengan BIOS dan overclocking, penyebab error yang biasa dijumpai disertai solusi telah terangkum di bawah ini:

0×101 = Tambah VCore CPU
0×124 = Tambah atau kurangi VTT/QPI/Vccio, problem ada pada chip memory controller, kadang kekurangan V namun kadang juga kelebihan V
0x0A = RAM atau IMC (memory controller) yang tidak stabil, naikkan voltage VTT/QPI/Vccio terlebih dahulu, kalau masih kurang puas maka naikkan VCore CPU
0x1A = Memory management error, naikkan voltage RAM
0x1E = Tambah VCore CPU
0x3B = Tambah VCore CPU
0x3D = Tambah VCore CPU
0xD1 = Antara IMC (memory controller) atau RAM, naikkan atau kurangi VTT/QPI/Vccio terlebih dahulu, kalau tetap tidak berhasil maka naikkan voltage RAM
0x9C = IMC (memory controller) maka tambah atau kurang VTT/QPI/Vccio; namun terkadang menambahkan VCore CPU juga membantu
0×50 = RAM speed atau timing yang kurang setrum, naikkan voltage RAM
0×109 = Setrum RAM terlalu ketinggian, turunkan voltage RAM
0×116 = Tambah IOH atau SA voltage, ini adalah VGA issue yang biasanya overclocking VGA pada CrossFire/SLI mode yang mengganggu kestabilan
0x7E = OS File korup, lakukan scandisk atau chkdsk